MGMP BAHASA INDONESIA SMP JAKARTA PUSAT
Senin, 11 Februari 2013
Selasa, 05 Februari 2013
ESAI
Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.
Tipe-tipe Esai
Ada enam tipe esai, yaitu :
Ada enam tipe esai, yaitu :
- Esai Deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
- Esai Tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
- Esai Cukilan Watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
- Esai Pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
- Esai Reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
- Esai Kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.
Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
- Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
- Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
- Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.
- Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
- Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
- Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
- Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
- Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
- Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.
Langkah-langkah pembuatan esai
Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
- Menentukan tema atau topik
- Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
- Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
- Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
- Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
- Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
- Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.
Cara mengembangkan kerangka karangan esai
- Untuk memudahkan karangan, mulailah dengan sebuah definisi;
- Kembangkan karangan dengan deskripsi situasi;
- Masukan pandangan seorang ahli;
- Buatlah kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana;
- Untuk memudahkan menguraikan paragraf gunakan paragaraf-paragraf deduktif;
- Esai biasa adalah karangan argumentasi.
Sumber: http://www.pemustaka.com
Kamis, 31 Januari 2013
Ikrar Guru Indonesia
IKRAR
GURU INDONESIA
1
|
Kami Guru Indonesia, adalah insan
pendidik bangsa yang beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
|
2
|
Kami Guru Indonesia, adalah
pengemban dan pelaksana cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
pembela dan pengamal Pancasila yang setia pada Undang Undang Dasar 1945.
|
3
|
Kami Guru Indonesia, bertekad
bulat mewujudkan tujuan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
|
4
|
Kami Guru Indonesia, bersatu dalam
wadah organisasi perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia, membina
persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak kekeluargaan.
|
5
|
Kami Guru Indonesia, menjunjung
tinggi Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman tingkah laku profesi dalam
pengabdian terhadap bangsa, negara serta kemanusiaan.
|
Kode Etik Guru
KODE ETIK GURU INDONESIA
Persatuan
Guru Republik Indonesia menyadari bahwa Pendidikan adalah merupakan suatu
bidang Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air serta
kemanusiaan pada umumnya dan …….Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan
Undang –Undang Dasar 1945 . Maka Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan
karyanya sebagai Guru dengan mempedomani dasar –dasar sebagai berikut :
1.
Guru
berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang
berjiwa Pancasila
2.
Guru
memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan
kebutuhan anak didik masing –masing .
3.
Guru
mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik ,
tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
4.
Guru
menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua
murid sebaik –baiknya bagi kepentingan anak didik
5.
Guru
memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat
yang luas untuk kepentingan pendidikan .
6.
Guru
secara sendiri – sendiri dan atau bersama – sama berusaha mengembangkan dan
meningkatkan mutu Profesinya .
7.
Guru
menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan
lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
8.
Guru
bersama –sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru
Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
9.
Guru
melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam
bidang Pendidikan.
MANFAAT BLOG DALAM PEMBELAJARAN
PEMANFAATAN
BLOG
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Blog adalah wadah catatan, foto, video, data, informasi, ilmu online yang berada di web. Blog bisa
di-update, ditambah atau dihapus sesuka pemiliknya. Dengan memiliki blog kita
dapat:
1.
Menyimpan informasi secara online sehingga kita dapat
memanfaatkannya kapan saja, dan di mana saja selama ada internet.
2.
Dapat berbagi informasi dengan orang lain yang membutuhkan.
Dengan adanya blog-blog inilah maka internet menjadi sumber informasi, sumber
data, sumber fakta, sumber ilmu pengetahuan, dan sumber rekreasi.
3.
Menghindari lupa terbawa, atau tertinggal pada saat kita
sedang di tempat lain.
4.
Bertukar ilmu,
informasi atau pengalaman dengan pembaca yang bisa memberi tanggapan atau
komentar.
5.
Menjadikan wadah untuk
aktualisasi diri sesuai dengan kesukaan dalam karya tulis baik ilmiah maupun
fiksi atau fotografi.
6.
Digunakan sebagai alat
bisnis, rekreasi, atau wadah kreativitas pribadi.
7.
Digunakan (khusus
pendidik) untuk media pembelajaran.
8.
Dan lain-lain.
Adapun pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran ini dapat
dilakukan dengan memodivikasi blog atau materi pembelajaran menjadi laik muat
di blog dan ada manfaatnya. Misalnya:
- Menyusun teoretik dasar
materi pembelajaran
- Menyusun
langkah-langkah mempelajari dan mengerjakan tugas kompetensi dasar beserta
medianya.
- Menyediakan waktu tanpa batas untuk berdiskusi atau bertanya jawab dengan peserta didik
- Menyusun dan menentukan
aspek-aspek penilaian dengan bobotnya
- Menentukan proses
penyerahan hasil kerja atau bahan untuk penilaian.
Keuntungan penggunaan blog sebagai media pembelajaran di antaranya:
1.
Menyosialisasikan
teknologi informasi kepada peserta didik
2.
Memanfaatkan kemajuan
teknologi sehingga dunia pendidikan seiring sejalan dengan kemajuan teknologi
informasi
3.
Meminimalisasi hambatan
komunikasi karena jarak dan waktu.
4.
Memperpanjang,
memperbesar daya simpan kearsipan, serta mempermudah penemuannya kembali.
5.
Dan lain-lain
Langganan:
Komentar (Atom)
